Besikalung Waterfall: Pesona Tersembunyi di Kaki Gunung Batukaru
Bagi para pelancong yang mendambakan ketenangan alami jauh dari hiruk-pikuk pariwisata massal Bali Selatan, kawasan Tabanan selalu menyimpan keajaiban yang belum terjamah. Salah satu permata tersembunyi yang patut masuk dalam daftar eksplorasi adalah Besikalung Waterfall. Air terjun ini menyuguhkan harmoni sempurna antara rimbunnya hutan tropis lereng Gunung Batukaru, gemericik air jernih yang menyejukkan, serta aura magis khas pedesaan Bali yang autentik.
Tentang Besikalung Waterfall
Besikalung Waterfall merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan suasana asri dan damai. Berbeda dari air terjun populer lainnya di Bali yang kerap dipadati pengunjung, Besikalung menghadirkan lanskap intim yang membuat Anda merasa seperti memiliki sepotong surga tropis pribadi. Aliran airnya jatuh melewati tebing batu bertingkat yang diselimuti lumut hijau dan vegetasi lebat, menciptakan udara segar nan lembap yang seketika menyegarkan jiwa. Suara gemuruh air yang berpadu dengan kicauan burung liar menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat, meditasi, atau sekadar berburu foto lanskap yang menawan.
Fasilitas
Sebagai kawasan wisata yang mempertahankan keasrian alaminya, fasilitas di sekitar air terjun dibangun secara sederhana dan selaras dengan lingkungan sekitarnya:
- Area parkir kendaraan roda dua dan roda empat yang cukup memadai di dekat pintu masuk trekking.
- Jalur setapak alami menyusuri perkebunan dan hutan yang sudah dilengkapi beberapa penunjuk arah.
- Warung lokal milik warga sekitar yang menyediakan minuman hangat, kelapa muda, dan kudapan ringan.
- Spot istirahat tepi jalur untuk menikmati panorama alam sebelum mencapai dasar air terjun.
Lokasi
Besikalung Waterfall berlokasi di Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Jalur menuju ke air terjun ini melewati kawasan persawahan terasering yang elok dan perkebunan warga yang rimbun. Perjalanan dari pusat Kota Denpasar atau Seminyak memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam berkendara menuju arah Penebel. Begitu tiba di area parkir, pengunjung akan diajak menikmati petualangan trekking singkat menyusuri jalur alami yang menenangkan.
Harga & Informasi Praktis
Untuk menjaga kelestarian kawasan dan kebersihan rute, pengunjung biasanya dikenakan biaya retribusi atau donasi sukarela yang sangat terjangkau:
- Tiket Masuk: Mulai dari Rp10.000 – Rp20.000 per orang (donasi pemeliharaan kawasan).
- Jam Operasional: Setiap hari, pukul 08.00 – 17.00 WITA. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat cuaca cerah dan udara masih berkabut sejuk.
- Kontak: +62 822-4747-1517.
- Tips Perjalanan: Kenakan alas kaki antilicin atau sandal gunung karena jalur setapak berbatu bisa cukup licin, terutama setelah hujan. Jangan lupa membawa pakaian ganti jika berencana menikmati kesegaran air pegunungan langsung di bawah air terjun.