Tempat Wisata KAB. BULELENG, BALI

Pura Ponjok Batu

Pura Ponjok Batu: Jejak Sejarah dan Spiritualitas di Ujung Timur Buleleng Di ujung timur Kabupaten Buleleng, Bali, berdiri sebuah pura yang menyimpan kisah pan...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 04 September 2026 · 3 min baca
Bagikan:

Pura Ponjok Batu: Jejak Sejarah dan Spiritualitas di Ujung Timur Buleleng

Di ujung timur Kabupaten Buleleng, Bali, berdiri sebuah pura yang menyimpan kisah panjang perjalanan spiritual dan maritim Nusantara. Namanya Pura Ponjok Batu, sebuah tempat suci umat Hindu yang terletak di atas tebing karang menjorok ke laut. Pura ini tidak hanya menjadi tujuan persembahyangan, tetapi juga daya tarik wisata yang menawarkan pemandangan laut biru, arsitektur khas Bali utara, dan atmosfer yang tenang.

Tentang Pura Ponjok Batu

Pura Ponjok Batu merupakan salah satu pura tertua di Bali utara. Nama "Ponjok Batu" berasal dari kata ponjok yang berarti tanjung atau daratan yang menjorok ke laut, dan batu yang merujuk pada batu karang besar tempat pura ini berdiri. Pura ini diyakini dibangun pada masa pemerintahan Raja Sri Wira Dalem Kesari Warmadewa sekitar abad ke-10 Masehi, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah prasasti kuno.

Keistimewaan Pura Ponjok Batu terletak pada lokasinya yang berada di tepi pantai berkarang. Berbeda dengan kebanyakan pura di Bali yang menghadap ke gunung atau matahari terbit, pura ini justru menghadap ke arah laut lepas. Konon, orientasi ini menjadikannya sebagai tempat pemujaan bagi para nelayan dan pelaut yang berharap keselamatan saat mengarungi samudra.

Daya Tarik dan Fasilitas

Pura Ponjok Batu menawarkan lebih dari sekadar bangunan suci. Pengunjung dapat menikmati suasana pesisir Bali utara yang relatif sepi, jauh dari keramaian wisata di selatan. Berikut beberapa daya tarik dan fasilitas yang dapat ditemukan di area pura:

  • Arsitektur pura khas Bali utara dengan ornamen batu paras dan ukiran tradisional yang masih terjaga.
  • Pemandangan laut lepas dan tanjung yang dramatis, terutama saat matahari terbit.
  • Area parkir kendaraan yang cukup luas untuk sepeda motor dan mobil.
  • Toilet umum dan tempat bilas bagi pengunjung yang hendak bersuci sebelum persembahyangan.
  • Warung kecil di sekitar area parkir yang menjual minuman dan makanan ringan.
  • Pelataran batu karang yang bisa diakses untuk bersantai dan menikmati angin laut.

Lokasi dan Akses

Pura Ponjok Batu berlokasi di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Pura ini berada sekitar 25 kilometer di sebelah timur Kota Singaraja, atau sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota. Jika Anda datang dari Denpasar atau wilayah Bali selatan, perjalanan menuju Pura Ponjok Batu memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam melalui jalur pantai utara yang berkelok namun menyajikan pemandangan indah.

Akses menuju pura cukup mudah. Jalan raya Singaraja–Amlapura melewati kawasan ini, dan pura terlihat jelas dari jalan utama. Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi maupun sewaan dapat langsung tiba di area parkir. Transportasi umum seperti bus antarkota jurusan Singaraja–Amlapura juga melintasi rute ini.

Harga dan Informasi Praktis

Tidak ada tiket masuk resmi untuk memasuki area Pura Ponjok Batu. Pengunjung umumnya memberikan donasi sukarela yang digunakan untuk pemeliharaan pura. Berikut informasi praktis yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung:

  • Jam kunjungan: Setiap hari, sekitar pukul 07.00–18.00 WITA.
  • Tiket masuk: Gratis, donasi sukarela disarankan.
  • Aturan berpakaian: Pengunjung wajib mengenakan kain sarung dan selendang saat memasuki area suci. Bagi yang tidak membawa, tersedia sarung pinjaman di sekitar pintu masuk.
  • Waktu terbaik: Pagi hari saat suasana masih sepi dan udara pesisir masih sejuk.
  • Telepon: +62 362 21342
  • Koordinat: Sekitar 8°06'20" LS, 115°21'35" BT.

Pura Ponjok Batu adalah destinasi yang cocok bagi pelancong yang ingin merasakan sisi spiritual dan historis Bali utara tanpa keramaian. Keheningan pura, debur ombak yang menghantam karang, serta jejak sejarah dari abad ke-10 menjadikan kunjungan ke tempat ini terasa seperti perjalanan menembus waktu.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KAB. BULELENG