Tempat Wisata KAB. ACEH BARAT DAYA, ACEH

Kolam Pemandian Babah Guha Panto Teungku

Kolam Pemandian Babah Guha Panto Teungku: Pesona Air Alami di Jantung Aceh Barat Daya Di antara hamparan hijau perbukitan Aceh Barat Daya, tersembunyi sebuah p...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 12 September 2026 · 3 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Kolam Pemandian Babah Guha Panto Teungku: Pesona Air Alami di Jantung Aceh Barat Daya

Di antara hamparan hijau perbukitan Aceh Barat Daya, tersembunyi sebuah permata yang masih jarang terjamah wisatawan modern. Namanya Babah Guha Panto Teungku—sebuah kolam pemandian alami yang mengalir dari celah bebatuan karst, menawarkan sensasi berendam di air pegunungan yang jernih dan dingin menyegarkan. Bagi warga lokal, tempat ini bukan sekadar destinasi wisata; ia adalah bagian dari denyut kehidupan, cerita rakyat, dan warisan alam yang diwariskan turun-temurun.

Pesona Air yang Mengalir dari Mulut Guha

Nama "Babah Guha" dalam bahasa Aceh berarti "mulut guha" atau "mulut goa". Sesuai namanya, sumber air kolam ini berasal dari sebuah celah guha alami yang tertanam di dinding batu kapur. Airnya mengalir terus-menerus tanpa henti, membentuk kolam-kolam bertingkat dengan kedalaman bervariasi—cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa yang ingin berenang santai.

Yang membuat kolam ini istimewa adalah kejernihannya. Dasar kolam yang berpasir dan berbatu masih terlihat jelas dari permukaan, memantulkan cahaya matahari menjadi kilau kehijauan khas air pegunungan kapur. Suhu airnya berkisar 22–25 derajat Celsius—dingin, tapi justru itulah daya tariknya di tengah cuaca Aceh yang lembap dan hangat.

Suasana dan Lingkungan Sekitar

Begitu memasuki area, pengunjung akan disambut oleh rimbunnya pepohonan tropis yang menaungi sebagian besar kolam. Suara gemericik air berpadu dengan kicau burung menciptakan atmosfer yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota. Di beberapa sudut, terdapat batu-batu besar yang bisa dijadikan tempat duduk alami sambil menikmati pemandangan.

Udara di sekitar Babah Guha terasa sejuk dan segar, khas kawasan perbukitan. Bagi Anda yang mencari tempat untuk melepas penat, duduk bersantai di tepi kolam sambil mendengarkan alunan air bisa menjadi terapi tersendiri.

Cerita Rakyat dan Nilai Budaya

Nama "Panto Teungku" menyiratkan kaitan erat dengan sosok teungku—sebutan untuk ulama atau tokoh agama di Aceh. Menurut cerita warga setempat, kawasan ini dahulu pernah menjadi tempat persinggahan seorang ulama yang melakukan perjalanan dakwah. Beberapa warga masih mempercayai bahwa air kolam ini memiliki berkah tersendiri, meski secara ilmiah kejernihannya memang berasal dari proses alami penyaringan batu kapur.

Kisah-kisah semacam ini bukan sekadar mitos; ia memperkaya pengalaman berkunjung. Wisata bukan hanya soal melihat, tapi juga merasakan lapisan sejarah dan budaya yang melekat pada tempat tersebut.

Fasilitas dan Aksesibilitas

Sebagai destinasi wisata yang masih dikelola secara sederhana oleh masyarakat desa, fasilitas di Babah Guha terbilang apa adanya namun memadai:

  • Area parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat
  • Warung sederhana yang menjual makanan ringan, minuman, dan kopi khas Aceh
  • Gazebo dan saung di beberapa titik untuk bersantai
  • Toilet dan ruang ganti sederhana
  • Musholla kecil untuk beribadah

Akses menuju lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun ojek dari pusat kota Blangpidie, ibu kota Aceh Barat Daya. Jalan menuju lokasi sudah cukup baik, meski beberapa segmen masih berupa jalan desa yang berkelok. Perjalanan menuju lokasi justru menjadi bagian dari pengalaman—pemandangan sawah dan perkebunan karet akan menemani sepanjang perjalanan.

Tips Berkunjung

  • Datang pagi hari untuk mendapatkan air yang paling jernih dan suasana yang masih sepi.
  • Bawa pakaian ganti karena Anda pasti akan tergoda untuk berenang.
  • Gunakan alas kaki anti-slip—bebatuan di sekitar kolam bisa licin.
  • Bawa uang tunai karena belum tersedia pembayaran digital.
  • Jaga kebersihan—bawa kembali sampah Anda, karena tempat ini adalah warisan alam yang perlu dijaga bersama.
  • Hormati adat setempat dengan berpakaian sopan, terutama saat memasuki area sekitar musholla.

Mengapa Babah Guha Layak Dikunjungi?

Di tengah menjamurnya destinasi wisata instagramable yang serba artifisial, Babah Guha Panto Teungku menawarkan sesuatu yang berbeda: keaslian. Tidak ada kolam infinity, tidak ada kafe kekinian, tidak ada tiket mahal. Yang ada hanyalah air alami, batu karst, pepohonan rindang, dan senyum ramah warga desa.

Bagi wisatawan yang mencari ketenangan, keindahan alam yang otentik, dan sedikit petualangan di pelosok Aceh, tempat ini adalah jawabannya. Babah Guha bukan sekadar kolam pemandian—ia adalah potret kecil dari kekayaan alam dan budaya Aceh Barat Daya yang menunggu untuk dijelajahi.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KAB. ACEH BARAT DAYA

Kebun durian Foto: Google Maps Tempat Wisata

Kebun durian

Kebun Durian: Surga Tersembunyi di Tanah Rencong Aceh Barat Daya Bagi sebagian orang, aroma durian adalah panggilan pulang. Di Kabupaten Aceh Barat Daya (ABD),...

KAB. ACEH BARAT DAYA
3 min baca