Restoran KAB. GAYO LUES, ACEH

Bu RINA

Bu RINA: Warung Bumbu Gayo yang Menyimpan Cerita di Sudut Blangkejeren Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, nama “Bu RINA” mungkin tidak setenar destinasi wisata alam...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 06 October 2026 · 3 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Bu RINA: Warung Bumbu Gayo yang Menyimpan Cerita di Sudut Blangkejeren

Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, nama “Bu RINA” mungkin tidak setenar destinasi wisata alam seperti Danau Lut Tawar atau Gua Putri Pukes. Namun, bagi siapa pun yang pernah singgah, restoran sederhana ini adalah alasan kuat untuk memperpanjang perjalanan. Terletak di pusat Kota Blangkejeren, warung ini menjelma menjadi ruang tamu bagi para pelintas, sopir truk, pegawai kantoran, hingga wisatawan yang haus akan masakan rumahan khas Tanoh Gayo.

Keistimewaan Bu RINA tidak terletak pada kemewahan interiornya, melainkan pada kejujuran rasa dan kehangatan pelayannya. Begitu Anda duduk, aroma dedaunan segar dan rempah tanah Gayo langsung menyapa. Di sinilah Anda bisa mencicipi gulai ikan depik yang jarang ditemukan di tempat lain, atau sayur pucuk ubi tumbuk dengan sambal terasi mentah yang menggigit. Semua dimasak seperti untuk keluarga sendiri—itulah filosofi Bu Rina, pemilik sekaligus juru masak utama.

Sajian Khas yang Wajib Dicoba

Menu di Bu RINA berubah mengikuti pasar pagi, tetapi beberapa ikon selalu setia hadir. Berikut rekomendasi yang paling diburu pelanggan setia:

  • Ikan Depik Goreng Tepung: Ikan kecil khas Danau Laut Tawar ini digoreng renyah, dimakan utuh dengan nasi hangat dan sambal kecombrang.
  • Gulai Ikan Patin: Kuah santan kuning dengan asam sunti (belimbing wuluh kering khas Aceh), pedasnya pas, segarnya bikin nagih.
  • Sayur Daun Ubi Tumbuk: Daun ubi direbus empuk lalu ditumbuk dengan kelapa sangrai dan cabai, disajikan hangat-hangat.
  • Sambal Terasi Gayo: Terasi bakar dicampur jeruk nipis, tomat hijau, dan cabai rawit—tidak pernah gagal membangkitkan selera.
  • Kopi Gayo Tubruk: Penutup wajib. Diseduh sederhana, aromanya pekat dengan rasa asam yang lembut.

Suasana dan Lokasi

Berlokasi strategis di Jalan Iskandar Muda, Blangkejeren, restoran ini mudah dijangkau baik dari arah Takengon maupun Kutacane. Bangunannya bergaya rumah panggung Aceh dengan dinding kayu, meja-meja panjang, dan lampu temaram. Tidak ada pendingin ruangan, tetapi udara pegunungan Gayo Lues yang sejuk membuat Anda betah berlama-lama. Di dinding, terpajang foto-foto lama Blangkejeren dan hasil tangkapan ikan warga—sebuah pengingat bahwa tempat ini adalah ruang hidup masyarakat setempat.

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari pukul 08.00–10.00 WIB saat menu sarapan lengkap, atau siang hari pukul 12.00–14.00 WIB ketika gulai patin baru selesai dimasak. Jika Anda datang sore, jangan heran jika beberapa menu sudah habis—justru itu tanda kesegaran bahan. Bu Rina biasanya melayani dengan ramah dan senang bercerita tentang sejarah Gayo Lues sambil menyiapkan pesanan.

Harga yang Bersahabat dan Fasilitas

Untuk seporsi nasi dengan lauk utama, Anda cukup merogoh kocek mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000. Satu porsi lengkap dengan sayur, sambal, dan lalapan. Minuman kopi Gayo tubruk hanya Rp8.000. Tempat ini juga menyediakan area parkir yang luas untuk mobil, musala kecil di belakang, serta Wi-Fi gratis—jarang ditemukan di restoran lokal sejenis.

Bu RINA buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Namun, pada hari Jumat tutup sementara mulai pukul 11.30 hingga 13.30 WIB untuk salat Jumat. Anda yang membawa kendaraan pribadi bisa dengan mudah berhenti di tepi jalan; tersedia juga layanan antar untuk pesanan di sekitar kota Blangkejeren dengan biaya Rp5.000–10.000 tergantung jarak.

Kesan Editorial

Dalam dunia kuliner yang sering disibukkan oleh tren dan hiasan piring, Bu RINA adalah antitesis yang menyegarkan. Ia tidak berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Ia hanya ingin menjadi dapur terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan kehangatan. Jika Anda berkunjung ke Gayo Lues untuk menikmati keindahan alamnya, jangan lewatkan untuk mampir ke sini—bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga mengisi perjalanan dengan cerita dan rasa yang otentik.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KAB. GAYO LUES

TST Titi Gantung Foto: Google Maps Restoran

TST Titi Gantung

TST Titi Gantung: Hangatnya Seduhan Tradisi di Pelukan Dataran Tinggi Gayo Lues Berada di ketinggian bentang alam Kabupaten Gayo Lues, udara sejuk khas kawasan...

KAB. GAYO LUES
2 min baca
DISEKITAR
Restoran

Coffee Town

Coffee Town: Surga Kopi Gayo di Jantung Gayo Lues Di dataran tinggi Aceh, tersembunyi sebuah permata bagi para pencinta kopi: Coffee Town. Berlokasi di Kabupat...

KAB. GAYO LUES
2 min baca
AQILA CAFE Foto: Google Maps Restoran

AQILA CAFE

AQILA CAFE: Menikmati Kehangatan Kopi Khas Gayo Lues di Atas Awan Tersembunyi di balik sejuknya perbukitan Kabupaten Gayo Lues, Aceh—daerah yang dijuluki sebag...

KAB. GAYO LUES
2 min baca
DISEKITAR
Restoran

Point Cafe

Point Cafe: Oasis Kopi di Jantung Gayo Lues yang Tak Boleh Dilewatkan Di tengah kabupaten yang dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk dataran tinggi Gayo...

KAB. GAYO LUES
3 min baca
Villuntea Foto: Google Maps Restoran

Villuntea

Villuntea: Menyeduh Kehangatan di Sudut Gayo Lues Ada semacam tenang yang mengalir begitu kaki melangkah masuk ke Villuntea. Bukan sekadar tempat makan, tetapi...

KAB. GAYO LUES
2 min baca