Berteduh Coffee: Menyusuri Aroma Gayo di Jantung Gayo Lues
Ada semacam magnet yang menarik setiap pelancung untuk berhenti sejenak di Berteduh Coffee. Nama "berteduh" bukan sekadar pemanis, melainkan sebuah filosofi yang hidup dalam setiap cangkirnya. Di tengah hiruk-pikuk Kabupaten Gayo Lues yang tenang, kedai ini hadir sebagai oase bagi para pencinta kopi dan perantau yang ingin melepas lelah. Begitu melangkahkan kaki, aroma khas biji gayo yang disangrai langsung menyambut, seakan mengajak kita duduk lebih lama dan menikmati setiap detiknya.
Berbeda dengan kedai kopi di kota besar yang ramai dan serba cepat, Berteduh Coffee menawarkan pengalaman yang lebih intim. Interiornya didominasi kayu dan nuansa natural khas dataran tinggi Gayo. Dinding-dindingnya dihiasi foto-foto perkebunan kopi dan alat tradisional waeik (lesung kayu khas Gayo) yang dipajang dengan apik. Suasana ini terasa hangat, akrab, dan sangat instagramable, namun tetap autentik. Kamu bisa memilih duduk di area dalam yang ber-AC atau di teras luar yang langsung menghadap ke hamparan kebun kopi milik warga. Pemandangan hijau itu menjadi latar sempurna untuk menemani secangkir kopi hangat di sore hari.
Menu Andalan: Dari Kopi Gayo hingga Camilan Khas
Sebagai kedai di daerah sentra kopi, tentu saja menu utamanya adalah berbagai olahan kopi Gayo. Bijinya dipilih langsung dari petani di Kecamatan Blangkejeren dan sekitarnya, lalu di-roasting sendiri dengan tingkat kematangan medium. Hasilnya? Secangkir kopi dengan body pekat, acidity rendah, dan aftertaste manis yang membalut lidah. Beberapa menu yang paling disarankan oleh barista lokalnya:
- Kopi Gayo Tubruk – Sajian klasik yang mempertahankan cita rasa asli, diseduh dengan teknik sederhana namun presisi.
- Es Kopi Susu Gayo – Perpaduan espresso gayo dengan susu segar dan gula aren asli, manisnya pas, cocok untuk cuaca panas.
- Manual Brew V60 – Untuk kamu yang ingin merasakan profil rasa lebih kompleks; ada rasa cokelat, rempah, dan sedikit hint buah tropis.
- Kopi Jahe Merah – Minuman hangat yang menghangatkan badan, cocok untuk musim hujan di dataran tinggi.
- Pisang Goreng Keju – Camilan sederhana yang renyah di luar, lembut di dalam. Sempurna untuk menemani kopi.
- Roti Bakar Cokelat Khas – Roti tebal dengan olesan cokelat yang dibuat sendiri, bukan cokelat instan.
Yang menarik, Berteduh Coffee juga sering mengadakan cupping session atau sesi mencicipi kopi secara gratis untuk pengunjung yang ingin belajar lebih dalam tentang kopi Gayo. Para pengunjung diajak mengenal proses dari biji hingga cangkir, sambil bercengkerama dengan barista yang ramah dan penuh pengetahuan. Ini pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.
Lokasi dan Suasana Sekitar
Berteduh Coffee terletak di pusat kota Blangkejeren, tepatnya di Jalan Pahlawan No. 12, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Lokasinya strategis, hanya sekitar 5 menit dari Alun-Alun Blangkejeren dan dekat dengan Masjid Agung. Jika kamu sedang dalam perjalanan menuju Gunung Leuser atau Danau Lut Tawar, tempat ini bisa menjadi persinggahan yang sempurna untuk mengisi tenaga dan perut.
Dengan jam buka yang cukup panjang, mulai pagi hingga malam, Berteduh Coffee cocok untuk semua suasana. Pagi hari untuk sarapan ringan sambil membaca buku, siang hari untuk bekerja dengan laptop (tersedia WiFi kencang dan banyak stop kontak), atau malam hari untuk ngobrol santai bersama teman-teman. Tidak jarang terlihat para wisatawan asing yang sedang backpacking Aceh, duduk di pojokan sambil menulis jurnal perjalanan mereka.
Lebih dari Sekadar Kedai Kopi
Yang membuat Berteduh Coffee istimewa adalah perhatiannya pada komunitas. Sebagian keuntungan dari penjualan kopi disisihkan untuk membantu petani kopi lokal meningkatkan kualitas hasil panennya. Selain itu, kedai ini juga menjadi ruang pameran bagi karya-karya seniman muda Gayo Lues. Setiap bulan ada pergantian lukisan atau fotografi yang dipajang di dinding kafe, dan hasil penjualannya dikembalikan ke seniman. Keren, bukan?
Jadi, jika kamu berkunjung ke Gayo Lues, jangan lewatkan untuk singgah di Berteduh Coffee. Bukan hanya karena kopinya yang enak, tapi karena di sanalah kamu akan merasakan keramahan dan kehangatan masyarakat Gayo yang sebenarnya. Ambil napas, nikmati kopimu, dan biarkan waktu berjalan lambat sejenak. Kamu berhak untuk berteduh.