Basri Yusuf Coffe: Secangkir Kopi dan Cerita dari Jantung Aceh Utara
Di sebuah sudut Kabupaten Aceh Utara, tempat aroma kopi bertemu dengan hangatnya obrolan warga, berdiri sebuah kedai yang perlahan menjadi rujukan bagi para pencinta kopi: Basri Yusuf Coffe. Nama ini bukan sekadar merek, melainkan semacam penanda bahwa kopi Aceh—yang selama ini dikenal lewat Gayo dan Ulee Kareng—juga punya wajah otentik di wilayah utara provinsi Serambi Mekkah.
Bagi wisatawan yang tengah menempuh perjalanan darat dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh, atau sebaliknya, kedai ini kerap menjadi titik henti yang menyenangkan. Bukan karena bangunannya megah, melainkan karena suasana yang jujur: sederhana, ramah, dan konsisten pada satu hal—kualitas seduhan.
Rasa yang Berbicara Sendiri
Seperti kebanyakan kedai kopi di Aceh, Basri Yusuf Coffe mengandalkan biji kopi lokal yang disangrai dengan tingkat kematangan sedang. Hasilnya adalah cangkir kopi dengan tubuh tebal, keasaman rendah, dan jejak rasa cokelat serta rempah yang khas. Bagi yang menyukai sanger—kopi saring dengan campuran susu kental manis—kedai ini menyajikannya dengan takaran yang tidak berlebihan, sehingga karakter biji kopinya tetap terasa.
Selain kopi, tersedia pula pilihan minuman non-kopi seperti teh tarik, susu jahe, dan aneka minuman dingin yang cocok dinikmati di siang hari Aceh yang terik. Beberapa pengunjung menyebut bahwa camilan pendamping—seperti pisang goreng, kue basah tradisional, dan roti bakar—menjadi pelengkap yang pas untuk menemani obrolan panjang.
Suasana dan Pengalaman Berkunjung
Yang membuat Basri Yusuf Coffe layak dikunjungi bukan hanya menunya, tetapi atmosfernya. Kedai ini cenderung ramai pada pagi hari dan menjelang malam, saat warga lokal berkumpul untuk sekadar berbincang atau membahas urusan pekerjaan. Bagi pelancong, inilah kesempatan melihat sisi sehari-hari Aceh Utara yang jarang tampil di brosur wisata.
- Waktu terbaik berkunjung: pagi (07.00–10.00) untuk kopi pertama, atau malam (19.00–22.00) untuk suasana yang lebih hidup.
- Cocok untuk: perjalanan singgah, pertemuan santai, dan pencinta kopi yang ingin mencicipi racikan lokal.
- Tips: tanyakan langsung kepada barista biji kopi apa yang sedang diseduh hari itu—biasanya ada varian single origin dari kebun sekitar.
- Pembayaran: disarankan menyiapkan uang tunai, karena tidak semua kedai kopi di kawasan ini menerima pembayaran digital.
Mengapa Layak Masuk Daftar Perjalanan Anda
Aceh Utara sering hanya dilewati sebagai jalur transit. Padahal, di balik jalan lintas provinsi itu tersimpan banyak cerita kecil—salah satunya lewat kedai kopi seperti Basri Yusuf Coffe. Tempat ini mengingatkan bahwa wisata kuliner tidak selalu soal tempat mewah, melainkan soal keaslian. Satu cangkir kopi di sini bisa menjadi jembatan untuk memahami budaya, kebiasaan, dan keramahan masyarakat setempat.
Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi rombongan, pengunjung dapat menghubungi +62 852-6113-7524. Disarankan menghubungi terlebih dahulu jika berencana datang dalam jumlah besar, terutama pada akhir pekan.