Restoran KAB. ACEH BESAR, ACEH

saree, Aceh besar

Saree, Aceh Besar: Surga Kuliner di Kaki Gunung Seulawah Ada satu nama yang selalu disebut para pelancong ketika membicarakan perjalanan darat dari Banda Aceh...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 11 October 2026 · 3 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Saree, Aceh Besar: Surga Kuliner di Kaki Gunung Seulawah

Ada satu nama yang selalu disebut para pelancong ketika membicarakan perjalanan darat dari Banda Aceh menuju Medan: Saree. Bukan sekadar titik di peta, kawasan di Kabupaten Aceh Besar ini telah lama menjelma sebagai destinasi kuliner legendaris yang wajib disinggahi. Terletak di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut, udara sejuk khas kaki Gunung Seulawah Agam langsung menyambut begitu Anda tiba. Deretan rumah makan dan warung kopi berjejer di sepanjang jalan utama, mengepulkan asap tipis dari tungku pembakaran sate—pemandangan yang menggugah selera siapa pun yang melintas.

Perjalanan Menuju Saree: Sepanjang Jalan, Sepanjang Kenikmatan

Saree berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh, dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 hingga 2 jam melalui jalan berkelok yang menanjak. Perjalanan ini sendiri sudah menjadi pengalaman tersendiri. Pepohonan hijau yang rimbun, kabut tipis yang kadang menyelimuti jalanan, serta hawa pegunungan yang semakin terasa dingin ketika kendaraan mendekati kawasan ini—semuanya adalah prolog yang sempurna sebelum menikmati hidangan. Bagi yang berkendara dari arah Kota Jantho atau Lamno, Saree juga menjadi titik istirahat paling strategis sebelum melanjutkan perjalanan.

Menu Andalan yang Membuat Saree Tak Terlupakan

Bintang utama di hampir setiap rumah makan Saree adalah Sate Matang. Berbeda dengan sate pada umumnya, daging sate di sini dimasak dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam serat daging, lalu dibakar dengan arang yang menghasilkan aroma asap yang khas. Disajikan dengan kuah gulai yang gurih dan sedikit pedas, sate ini terasa begitu lembut di lidah. Satu porsi sate yang dipesan hampir selalu habis dalam hitungan menit—apalagi jika disantap saat masih panas dengan lontong dan siraman kuah.

Tidak hanya sate, deretan menu khas Aceh lainnya juga siap memanjakan lidah. Mie Aceh dengan bumbu rempah yang pekat dan tambahan daging sapi atau kepiting menjadi pilihan favorit kedua. Jika Anda ingin sesuatu yang lebih ringan, kuah beulangong—sup daging khas Aceh yang kaya rempah—bisa menjadi penghangat tubuh di cuaca pegunungan yang dingin. Jangan lupa mencicipi timphan, jajanan tradisional berbahan dasar ketan dengan isian pisang atau durian yang dibungkus daun pisang, cocok sebagai teman minum kopi.

Suasana yang Tidak Bisa Dibeli di Restoran Kota

Yang membuat pengalaman makan di Saree begitu istimewa adalah suasananya. Sebagian besar rumah makan di sini menawarkan area lesehan terbuka yang menghadap langsung ke hamparan perbukitan. Saat menikmati sate hangat, Anda juga disuguhi pemandangan lembah yang kadang berkabut—sebuah kombinasi yang jarang ditemukan di restoran kota besar. Suara gemericik air dari saluran irigasi kecil di dekatnya turut menambah kedamaian.

Pelayanan khas Aceh yang ramah dan sigap membuat setiap kunjungan terasa akrab. Para penjual sate dengan cekatan membalik daging di atas bara, sembari tersenyum menawarkan tambahan porsi. Di sore hari, tempat ini ramai oleh keluarga yang menikmati akhir pekan, para pengendara truk yang beristirahat, dan wisatawan yang mengabadikan momen di latar pegunungan.

Tips Berkunjung ke Saree

  • Datanglah sore hari—suasana paling syahdu terjadi menjelang magrib, saat kabut mulai turun dan lampu-lampu warung mulai menyala.
  • Siapkan jaket tipis—suhu di Saree bisa turun hingga 18 derajat Celsius pada malam hari.
  • Coba sate dari lebih dari satu rumah makan—setiap tempat memiliki racikan bumbu yang sedikit berbeda, dan menemukan favorit Anda sendiri adalah bagian dari keseruannya.
  • Bawa uang tunai secukupnya—beberapa warung tradisional belum menyediakan mesin EDC, meskipun mayoritas rumah makan besar sudah menerima transfer QR.
  • Jangan terburu-buru—nikmati kopi sanger setelah makan, karena di sinilah Anda benar-benar merasakan "Aceh yang tenang".

Saree bukan sekadar tempat makan; ia adalah persinggahan yang mengingatkan kita bahwa perjalanan terbaik selalu yang diisi dengan rasa syukur dan kenikmatan sederhana. Jika Anda melewati rute ini, berhentilah. Daging sate yang hangat dan senyum khas masyarakat Aceh akan membuat perjalanan Anda terasa jauh lebih berarti.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KAB. ACEH BESAR

RM. Kak Ni Foto: Google Maps Restoran

RM. Kak Ni

RM. Kak Ni: Surga Masakan Rumahan di Jantung Aceh Besar Di antara deretan warung makan dan rumah makan yang tersebar di wilayah Kabupaten Aceh Besar, ada satu...

KAB. ACEH BESAR
4 min baca