RM Kaki Geurutee: Sensasi Kuliner Aceh di Ketinggian, Tempat Istirahat Favorit di Jalur Barat Sumatera
Perjalanan panjang dari Banda Aceh menuju Meulaboh atau sekadar wisata akhir pekan ke pantai-pantai indah di pesisir barat Aceh, hampir selalu melewati satu nama yang akrab di telinga para perantau dan pelancong: Geurutee. Tikungan demi tikungan yang menegangkan itu perlahan berganti menjadi pemandangan menawan ketika kita mulai menapaki kaki bukitnya. Di sinilah, di ketinggian yang sejuk dan berhawa segar, berdiri deretan rumah panggung khas Aceh yang dikenal sebagai RM Kaki Geurutee—sebuah tempat singgah yang jauh dari kata sekadar "rumah makan" biasa.
Letaknya yang strategis di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, menjadikannya titik kumpul favorit. Bukan hanya bagi sopir truk lintas Sumatera yang butuh mengisi tenaga, tetapi juga keluarga muda, rombongan sepeda motor, hingga wisatawan mancanegara yang melintasi rute ikonik ini. Ada semacam magnet yang membuat setiap kendaraan otomatis melambat saat melewati kawasan ini—bukan hanya karena jalanan menikung, tapi juga karena aroma bakar ikan yang menggoda menerpa hidung.
Suasana yang Terasa Berbeda
Begitu menaiki tangga kayu rumah makan, kita langsung disambut semilir angin pegunungan yang menenangkan. Sebagian besar bangunan RM Kaki Geurutee didesain terbuka, dengan lantai panggung yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama bukit hijau yang menggelinding hingga ke garis pantai. Di sore hari, kabut tipis kerap turun, menciptakan nuansa romantis yang jarang ditemukan di rumah makan pinggir jalan lainnya.
Anda bisa memilih duduk lesehan di bale-bale kayu bersama keluarga, menikmati suasana sore sambil menyeruput kopi Aceh, atau memilih area terbuka dengan pemandangan langsung ke arah Samudra Hindia. Anak-anak biasanya betah bermain di halaman sementara orang dewasa menikmati obrolan santai. Tidak heran, banyak pelancong yang tadinya hanya berniat "berhenti sebentar" malah menghabiskan waktu berjam-jam di sini.
Menu Andalan yang Menggugah Selera
Tentu saja, daya tarik utama RM Kaki Geurutee adalah kulinernya. Sebagai wilayah yang berdekatan dengan laut, hidangan laut menjadi primadona di sini. Ikan bakar adalah menu yang paling banyak dipesan. Ikan segar yang dipanggang di atas bara api, dilumuri sambal khas Aceh yang pedasnya pas, disajikan dengan nasi hangat dan lalapan segar. Aroma bakarnya yang khas mampu membangkitkan selera siapa saja.
Selain ikan, beberapa menu lain yang wajib dicoba antara lain:
- Kepiting saus nanas — manis, asam, dan pedas yang berpadu sempurna.
- Cumi bakar dengan bumbu kecap dan cabai, empuk dan tidak alot.
- Udang goreng tepung dengan baluran rempah khas Aceh.
- Ayam tangkap, hidangan khas Aceh dengan daun temurui yang gurih dan harum.
- Sayur asem dan tumis kangkung sebagai pelengkap yang menyegarkan.
- Kopi Aceh dan teh kayu manis untuk menemani santai sore hari.
Sambalnya patut diacungi jempol! Bagi pencinta pedas, sambal di rumah makan ini memiliki tingkat nampol yang membuat makan terasa lebih nikmat. Namun bagi yang tidak terbiasa, Anda bisa meminta level sambal dikurangi sesuai selera. Semua dimasak sederhana tapi berkarakter, khas masakan rumahan Aceh yang kaya rempah.
Lebih dari Sekadar Pemberhentian
RM Kaki Geurutee sebenarnya adalah simbol keberhasilan masyarakat lokal dalam memanfaatkan lalu lintas wisata yang melewati kawasan ini. Deretan gerai yang saling bersebelahan ini dikelola dengan semangat gotong royong, menjadikannya penggerak ekonomi warga sekitar. Beberapa kios juga menjual oleh-oleh khas Aceh seperti kopi Gayo, minyak nilam, keripik pisang, hingga suvenir kerajinan tangan.
Keberadaan rumah makan ini benar-benar menjadi penanda bahwa menjelang tanjakan Geurutee yang legendaris, ada oasis yang siap memulihkan tenaga. Bahkan banyak cerita dari pengendara motor yang mengaku takut melewati tikungan ini saat kondisi badan lelah—dan RM Kaki Geurutee adalah tempat paling pas untuk melepas penat sebelum kembali menaklukkan tanjakan.
Tips Berkunjung ke RM Kaki Geurutee
Bila Anda berencana mampir ke sini, berikut beberapa catatan yang perlu diingat:
- Jam makan siang (12.00–14.00) dan sore hari (17.00–19.00) adalah waktu terpadat. Datanglah lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk terbaik dan pilihan ikan paling segar.
- Saat akhir pekan dan musim liburan, area parkir cukup ramai. Untuk bus atau truk besar, tersedia area parkir terpisah di sisi tertentu.
- Bawa pakaian hangat atau jaket tipis, terutama jika datang sore hari. Angin pegunungan bisa terasa cukup dingin.
- Harga cukup terjangkau untuk ukuran rumah makan wisata. Untuk porsi sedang, Anda bisa mengeluarkan sekitar Rp 35.000–Rp 75.000 per orang tergantung menu pesanan.
- Jika cuaca cerah, sambil menunggu makanan Anda bisa berjalan sedikit ke sisi tepi jalan untuk menikmati panorama teluk dan perbukitan Geurutee. Pemandangan saat matahari terbenam sangat direkomendasikan untuk diabadikan.
Bagi Anda yang melakukan perjalanan darat dari Banda Aceh menuju Lampuuk, Lhoknga, atau hingga ke pesisir barat, menjadikan RM Kaki Geurutee sebagai titik singgah adalah keputusan yang tidak akan disesali. Di sini, perjalanan panjang terbayar lunas dengan sepiring ikan bakar hangat, secangkir kopi pekat, dan pemandangan bukit yang membentang tenang di depan mata.