Restoran KAB. ACEH BESAR, ACEH

RM Aditya Jaya (Ayam Pramugari)

RM Aditya Jaya (Ayam Pramugari): Legenda Gurih Renyah Khas Gerbang Serambi Mekkah Bagi para pelancong yang baru saja mendarat di Bandara Internasional Sultan I...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 10 October 2026 · 2 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

RM Aditya Jaya (Ayam Pramugari): Legenda Gurih Renyah Khas Gerbang Serambi Mekkah

Bagi para pelancong yang baru saja mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, aroma rempah khas Aceh Besar kerap menjadi sambutan pertama yang menggoda indra. Tak jauh dari gerbang udara tersebut, sebuah destinasi kuliner legendaris berdiri dengan nama unik yang memancing rasa penasaran: Rumah Makan Aditya Jaya, atau yang lebih tersohor dengan julukan Ayam Pramugari.

Nama nyentrik ini bukan sekadar strategi pemasaran modern. Konon, sebutan "Ayam Pramugari" berawal dari postur ayam kampung muda yang digunakan—memiliki paha jenjang layaknya pramugari—serta kecepatan penyajiannya yang luar biasa gesit seperti kru kabin pesawat yang melayani penumpang. Popularitasnya melesat dari mulut ke mulut, menjadikan rumah makan sederhana ini persinggahan wajib bagi pejabat, wisatawan domestik, hingga pelancong mancanegara yang menginjakkan kaki di Tanah Rencong.

Kenikmatan Tekstur dan Taburan Rempah Daun Temurui

Bintang utama dari RM Aditya Jaya tentu saja olahan ayam goreng kampungnya. Berbeda dengan ayam goreng pada umumnya yang sering kali alot saat menggunakan ayam kampung, olahan di sini memiliki tekstur daging yang empuk, juicy di dalam, namun tetap renyah di luar. Daging dimarinasi dengan bumbu rempah tradisional sebelum digoreng panas mendadak saat dipesan, menjamin setiap porsi tersaji dalam kondisi hangat mengepul.

Keunikan hidangan ini semakin lengkap berkat limpahan "selimut" daun temurui (daun salam koja/kari), potongan cabai hijau, dan pandan yang digoreng garing bersama ayam. Daun temurui yang renyah tidak hanya berfungsi sebagai garnish aromatik, tetapi juga memberikan sensasi gurih gurih asin yang nikmat ketika disantap bersama nasi putih hangat. Sensasi rempah renyah ini menciptakan perpaduan rasa autentik khas Aceh yang sulit ditemukan di tempat lain.

Sajian Pendamping yang Menggugah Selera

Kunjungan ke RM Aditya Jaya terasa belum paripurna jika hanya mencicipi ayam gorengnya. Meja makan Anda akan disempurnakan dengan kehadiran menu tradisional pendamping:

  • Kari Kambing (Sie Kameng): Kuah kari kaya rempah dengan daging kambing yang lembut tanpa aroma prengus, dimasak perlahan dalam kawah belanga besar.
  • Sambal Ganja (Asam Udeung): Sambal khas Aceh berbahan dasar udang rebus, belimbing wuluh mentah, serai, dan cabai rawit yang menghadirkan ledakan rasa asam, pedas, dan segar.
  • Sayur Pliek U: Sayuran berkuah santan fermentasi kelapa khas Aceh yang kaya cita rasa gurih eksotis.

Suasana rumah makan mengusung konsep terbuka yang luas dan bersahaja, khas rumah makan keluarga di Aceh. Pelayanan yang sigap memastikan antrean panjang saat jam makan siang terurai dengan cepat, cocok bagi wisatawan yang memiliki jadwal penerbangan ketat maupun yang ingin menikmati santap siang santai bersama rombongan.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KAB. ACEH BESAR

RM. Kak Ni Foto: Google Maps Restoran

RM. Kak Ni

RM. Kak Ni: Surga Masakan Rumahan di Jantung Aceh Besar Di antara deretan warung makan dan rumah makan yang tersebar di wilayah Kabupaten Aceh Besar, ada satu...

KAB. ACEH BESAR
4 min baca