Kafe KOTA TANGERANG, BANTEN

Renjana titik kumpul

Renjana Titik Kumpul: Kafe yang Menjadi Ruang Tunggu Favorit Warga Kota Tangerang Ada kafe yang datang untuk sekadar dijajal, lalu pergi dari ingatan. Ada pula...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 12 September 2026 · 4 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Renjana Titik Kumpul: Kafe yang Menjadi Ruang Tunggu Favorit Warga Kota Tangerang

Ada kafe yang datang untuk sekadar dijajal, lalu pergi dari ingatan. Ada pula yang pelan-pelan menjelma jadi kebiasaan — tempat orang meletakkan tas kerja, membuka laptop, dan menunggu seseorang yang belum tentu datang tepat waktu. Di Kota Tangerang, peran itu dipegang oleh Renjana, sebuah kafe di kawasan Cikokol yang oleh pelanggannya lebih sering disebut "titik kumpul" daripada nama resminya.

Renjana bukan kafe yang berteriak lewat papan nama raksasa. Fasadnya sederhana, didominasi kayu dan kaca, dengan tanaman rambat yang tumbuh tidak terlalu rapi — dan justru itu yang membuatnya terasa hidup. Begitu pintu terbuka, aroma biji kopi sangrai bercampur wangi roti panggang menyambut, disusul suara mesin espresso yang berdesis seperti latar musik yang tak pernah dijeda.

Tentang Renjana

Nama "Renjana" dipilih bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Indonesia, kata itu berarti gairah atau hasrat yang menggebu — perasaan yang menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan sepenuh hati. Pemiliknya, sepasang suami-istri yang lama berkecimpung di industri kopi Jakarta, ingin kafe ini jadi tempat orang kembali pada hal-hal yang mereka sukai: percakapan panjang, pekerjaan yang ditunda, atau sekadar jeda di antara dua jadwal yang padat.

Konsepnya neighborhood cafe — bukan kafe instagramable yang ramai sekali lalu sepi, melainkan tempat yang relevan setiap hari. Pagi untuk pekerja remote, siang untuk makan cepat, sore untuk rapat kecil, dan malam untuk obrolan yang tak ingin cepat selesai. Tanpa panggung musik, tanpa tema yang berganti tiap bulan. Renjana memilih konsisten, dan pelanggan setianya membalas dengan kunjungan rutin.

Fasilitas

Sebagai ruang kerja sekaligus ruang sosial, Renjana menata fasilitasnya dengan cukup serius:

  • Wi-Fi 200 Mbps dengan jaringan terpisah untuk tamu dan operasional kasir.
  • Colokan listrik di hampir setiap meja, termasuk meja panjang komunal di lantai dua.
  • Ruang semi-privat berkapasitas 8–10 orang untuk rapat kecil atau kerja kelompok, bisa dipesan tanpa biaya tambahan dengan minimum pembelian.
  • Area outdoor beratap yang cukup nyaman untuk merokok dan menerima telepon.
  • Musholla bersih di sudut belakang, lengkap dengan tempat wudu terpisah.
  • Parkir untuk mobil dan motor, dengan petugas yang berjaga hingga jam tutup.
  • Toilet terpisah pria dan wanita, serta diaper changing table di toilet wanita.
  • Rak buku tukar-baca — bawa satu buku, ambil satu buku, tanpa catatan.

Lokasi dan Suasana

Renjana berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, kawasan Cikokol, Kecamatan Tangerang — kurang lebih sepuluh menit berkendara dari Tangerang City Mall dan Stasiun Tangerang. Posisinya di jalur yang cukup ramai, tetapi deretan pohon trembesi di depan kafe menyerap sebagian kebisingan jalan, sehingga bagian dalam tetap terasa tenang.

Interiornya memakai pendekatan warm industrial: dinding beton ekspos dibiarkan apa adanya, dipadukan dengan furnitur kayu jati bekas yang dibeli dari pasar loak. Pencahayaan sore adalah momen terbaiknya — cahaya matahari masuk miring dari jendela besar di sisi barat, membuat seluruh ruangan tampak keemasan. Lantai dua lebih sunyi dan jadi favorit mereka yang benar-benar perlu fokus.

Yang membuat Renjana terasa berbeda bukan dekorasinya, melainkan ritmenya. Sekitar pukul tujuh pagi, kafe ini diisi orang-orang dengan laptop dan headphone. Menjelang tengah hari, meja-meja mulai dipenuhi rekan kerja yang makan siang bersama. Sore hari, kursi-kursi menuju teras. Malam, lampu diredupkan sedikit dan volumenya percakapan naik. Satu tempat, empat suasana.

Harga dan Informasi Praktis

Renjana berada di kelas menengah — tidak murah, tetapi tidak menyiksa dompet jika dihitung sebagai "sewa tempat kerja" per jam. Berikut gambaran umumnya:

  • Kopi susu gula aren: Rp28.000
  • Espresso / americano: Rp22.000 – Rp25.000
  • Cappuccino / latte: Rp30.000 – Rp35.000
  • Manual brew (V60, single origin): mulai Rp38.000
  • Matcha latte / non-kopi: Rp30.000 – Rp36.000
  • Roti bakar srikaya: Rp24.000
  • Nasi goreng Renjana: Rp35.000
  • Pasta aglio olio: Rp42.000
  • Croissant / pastry harian: Rp25.000
  • Air mineral: Rp10.000

Rata-rata pengeluaran satu orang berkisar Rp50.000–Rp80.000 untuk makanan dan minuman. Pembayaran menerima tunai, kartu debit/kredit, QRIS, serta dompet digital.

Renjana buka setiap hari, pukul 07.00 hingga 23.00 pada hari kerja, dan pukul 08.00 hingga 24.00 pada akhir pekan. Pada hari Sabtu dan Minggu, meja cenderung penuh setelah pukul 15.00, jadi datang lebih awal atau langsung menuju lantai dua adalah keputusan yang bijak.

Beberapa catatan praktis dari pengunjung lama: kafe ini tidak memungut biaya tambahan untuk bekerja lama, tetapi menerapkan kebijakan sopan — jika sudah lebih dari empat jam dengan satu gelas, sebaiknya pesan ulang. Colokan di meja dekat jendela barat paling sering diperebutkan. Untuk rapat, hubungi lewat WhatsApp sehari sebelumnya karena ruang semi-privat hanya tersedia satu. Dan bila datang dengan kendaraan roda empat pada jam makan siang, siapkan waktu ekstra — area parkir depan penuh dengan kendaraan pengunjung restoran sebelah.

Renjana tidak berusaha menjadi yang paling lengkap atau paling estetik di Kota Tangerang. Ia hanya konsisten menjadi tempat yang nyaman untuk pulang sebentar sebelum melanjutkan hari. Bagi banyak orang di kota ini, itu sudah cukup — dan memang begitulah seharusnya sebuah titik kumpul bekerja.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KOTA TANGERANG

Lapo Horas Sihotang Foto: Google Maps Kafe

Lapo Horas Sihotang

Lapo Horas Sihotang: Kehangatan Kuliner Khas Batak di Tengah Kota Tangerang Bagi pencinta kuliner Nusantara yang mengidamkan kelezatan cita rasa khas Tapanuli,...

KOTA TANGERANG
2 min baca
HAGAMI Cafe Foto: Google Maps Kafe

HAGAMI Cafe

HAGAMI Cafe: Menemukan Ruang Tenang Bernuansa Minimalis di Jantung Kota Tangerang Kebutuhan akan ruang singgah yang nyaman dan estetik kian menjadi tren gaya h...

KOTA TANGERANG
2 min baca
Pempek Kedai Ceca Foto: Google Maps Kafe

Pempek Kedai Ceca

Pempek Kedai Ceca: Cita Rasa Autentik Palembang di Jantung Tangerang Di tengah hiruk pikuk kota Tangerang, tersembunyi sebuah kedai yang menghadirkan kelezatan...

KOTA TANGERANG
2 min baca
Uyu Cafe Foto: Google Maps Kafe

Uyu Cafe

Uyu Cafe: Oasis Kopi Modern di Jantung Tangerang Di tengah hiruk-pikuk Kota Tangerang yang terus berkembang, Uyu Cafe hadir sebagai ruang persinggahan yang men...

KOTA TANGERANG
3 min baca
Sky Indonesia Lounge Foto: Google Maps Kafe

Sky Indonesia Lounge

Sky Indonesia Lounge: Perpaduan Rasa dan Suasana di Jantung Tangerang Bagi Anda yang sedang mencari tempat nongkrong nyaman dengan nuansa berbeda di Kota Tange...

KOTA TANGERANG
2 min baca