Pasar Pegondang Sakre: Titik Temu Rasa, Budaya, dan Ruang Guyub di Lombok Timur
Di balik ketenangan kawasan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, hadir sebuah ruang berkumpul yang menyegarkan lanskap tongkrongan lokal. Dikenal dengan nama Pasar Pegondang Sakre, tempat ini mentransformasi gagasan pasar tradisional menjadi konsep kafe komunal yang hidup, hangat, dan sarat nilai kebersamaan. Bukan sekadar kedai kopi untuk melepas dahaga, Pasar Pegondang Sakre telah bertumbuh menjadi melting pot bagi pegiat seni, pemuda lokal, hingga pelancong yang ingin merasakan denyut otentik pulau Lombok dari sudut yang lebih intim.
Harmoni Desain Rustik dan Nuansa Alam Terbuka
Daya tarik pertama yang memikat pandangan pengunjung adalah tata ruangnya yang santai dan membumi. Mengusung konsep semi-terbuka dengan sentuhan bambu, kayu lokal, dan pencahayaan temaram di waktu senja, kafe ini menghadirkan atmosfer nostalgia yang nyaman. Angin sejuk pedesaan Sakra berpadu harmonis dengan alunan musik akustik atau ritme tabuhan instrumen tradisional Sasak yang sesekali dihadirkan, menjadikan setiap obrolan mengalir begitu alami tanpa sekat.
Eksplorasi Rasa: Racikan Kopi Lokal hingga Camilan Tradisional
Pasar Pegondang Sakre menyuguhkan pengalaman kuliner yang memadukan kebiasaan ngopi modern dengan kekayaan pangan lokal. Biji kopi pilihan dari lereng Gunung Rinjani—baik Sembalun maupun Sajang—diolah dengan cermat, menghasilkan seduhan manual brew dan espresso-based yang kaya karakter. Bagi pengunjung yang menyukai minuman non-kopi, racikan wedang herbal rempah serta aneka sajian dingin berbasis kelapa dan susu siap menyegarkan tenggorokan.
Pendamping minum kopi di sini pun istimewa. Pengunjung dapat menikmati kudapan tradisional Sasak seperti timpus, jaje tujak, atau pisang goreng bumbu khas yang disajikan berdampingan dengan menu kontemporer ala kafe seperti roti bakar artisan dan kentang bumbu gurih.
Daya Tarik Kreatif dan Komunitas
- Panggung Ekspresi Budaya: Kerap menjadi arena pertunjukan musik akustik, diskusi komunitas kreatif, pembacaan puisi, hingga apresiasi seni tradisi lokal Lombok Timur.
- Suasana Senja yang Magis: Jam-jam terbaik berkunjung adalah menjelang matahari terbenam, saat langit Sakra berganti warna tembaga dan lampion kafe mulai berpendar.
- Ruang Ramah Keluarga dan Komunitas: Tata letak tempat duduk yang fleksibel—mulai dari konsep lesehan dengan tikar tradisional hingga meja panjang komunal—sangat ideal untuk kumpul keluarga atau kerja kolaboratif jarak jauh (WFC).
Panduan Berkunjung
Bagi Anda yang berencana singgah, Pasar Pegondang Sakre mudah diakses dari pusat kota Selong dengan waktu tempuh sekitar 15–20 menit berkendara ke arah selatan. Waktu operasional optimal dimulai sore hingga larut malam. Kenakan pakaian santai dan siapkan waktu luang untuk benar-benar menikmati waktu yang bergerak lebih tenang di sudut Lombok Timur ini.