Kafe KAB. LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT

Ima's Cafe Tetebatu (Orchard & Organic garden)

Ima's Cafe Tetebatu: Surga Tersembunyi di Tengah Kebun Organik Lombok Timur Di balik rimbunnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Lombok Timur, tersembunyi...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 12 October 2026 · 4 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Ima's Cafe Tetebatu: Surga Tersembunyi di Tengah Kebun Organik Lombok Timur

Di balik rimbunnya pepohonan dan semilir angin pegunungan Lombok Timur, tersembunyi sebuah tempat yang bukan sekadar kafe biasa. Ima's Cafe Tetebatu hadir sebagai oasis ketenangan yang memadukan konsep orchard (kebun buah) dan organic garden (kebun organik) dalam satu pengalaman ngopi yang benar-benar berbeda dari yang pernah kamu bayangkan sebelumnya. Inilah destinasi yang membuat kamu ingin mematikan notifikasi ponsel dan benar-benar hadir di momen tersebut.

Tetebatu: Desa yang Menjadi Kanvas Sempurna

Tetebatu bukan nama asing bagi para pelancong yang gemar menjelajahi sisi autentik Lombok. Desa yang bersandar di kaki Gunung Rinjani ini dikenal dengan hamparan sawah bertingkat, air terjun tersembunyi, dan udara segar yang terasa seperti hadiah dari alam. Di sinilah Ima's Cafe menemukan rumahnya yang sempurna.

Berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, kafe ini bukan hanya soal lokasi strategis — melainkan soal bagaimana sebuah tempat mampu menyatu dengan lingkungan sekitarnya secara harmonis. Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya mencari kopi atau makanan, mereka datang untuk merasakan pengalaman hidup yang lebih lambat, lebih sadar, dan lebih bermakna.

Konsep Orchard & Organic Garden: Lebih dari Sekadar Dekorasi

Yang membedakan Ima's Cafe dari kafe-kafe lain di kawasan wisata Lombok adalah komitmennya terhadap konsep kebun organik yang bukan sekadar pajangan. Di sini, tanaman yang tumbuh di sekitar kafe benar-benar berfungsi — buah-buahan segar dipetik langsung dari kebun, sayuran organik menjadi bahan utama menu, dan pengunjung diajak untuk memahami dari mana makanan mereka berasal.

Bayangkan menikmati segelas jus segar yang buahnya baru dipetik beberapa menit sebelum disajikan, atau mencicipi hidangan berbahan dasar sayuran yang tumbuh subur di tanah vulkanik Rinjani yang kaya mineral. Ini bukan narasi marketing semata — ini adalah filosofi hidup yang diterapkan setiap hari oleh Ima dan timnya.

  • Kebun Buah (Orchard): Ditanami berbagai varietas buah tropis lokal yang tumbuh alami tanpa pestisida kimia berbahaya.
  • Kebun Organik: Sayuran dan rempah-rempah segar yang menjadi fondasi menu sehat kafe ini.
  • Farm-to-Table Experience: Pengunjung dapat melihat langsung proses dari kebun hingga ke meja makan.
  • Edukasi Pertanian Organik: Bagi yang penasaran, ada kesempatan untuk belajar langsung tentang praktik pertanian berkelanjutan.

Suasana yang Membuat Betah Berlama-lama

Begitu melangkah masuk ke area Ima's Cafe, kamu akan langsung disambut oleh nuansa hijau yang menyejukkan mata. Desain kafe ini sengaja dibiarkan mengalir mengikuti kontur alam — tidak ada bangunan megah yang memaksakan diri, tidak ada dekorasi berlebihan yang justru mengalihkan perhatian dari keindahan sesungguhnya.

Kursi dan meja tersebar di berbagai sudut, sebagian di bawah naungan pohon rindang, sebagian lagi di area terbuka yang menawarkan pemandangan kebun yang menghijau. Angin pegunungan yang berhembus lembut membuat suhu di sini terasa nyaman sepanjang hari, jauh dari terik matahari pantai Lombok yang biasanya mendominasi.

Para pelancong solo yang ingin menulis jurnal perjalanan, pasangan yang mencari momen romantis tanpa hiruk-pikuk, hingga keluarga yang ingin mengenalkan anak-anak pada konsep pertanian organik — semuanya akan menemukan sudut nyaman mereka sendiri di sini.

Menu: Kejujuran Rasa dari Tanah Sendiri

Menu di Ima's Cafe mencerminkan kekayaan bahan lokal yang diracik dengan cinta. Kopi Lombok yang terkenal dengan karakternya yang kuat namun smooth menjadi andalan minuman, disajikan dengan cara yang menghormati proses panjang para petani kopi lokal. Selain kopi, berbagai minuman berbahan dasar buah segar kebun sendiri menjadi pilihan yang sayang untuk dilewatkan.

Untuk makanan, pengunjung dapat menikmati hidangan yang memanfaatkan sayuran organik segar — mulai dari sajian sarapan ringan hingga makan siang yang mengenyangkan. Cita rasanya jujur dan tidak berlebihan, karena bahan-bahan berkualitas tinggi memang tidak membutuhkan banyak manipulasi untuk menjadi lezat.

Tips Berkunjung ke Ima's Cafe Tetebatu

  • Waktu Terbaik: Pagi hari adalah waktu paling magis untuk berkunjung — udara masih segar, embun masih menempel di dedaunan, dan suasana kebun terasa paling hidup.
  • Cara Menuju Lokasi: Dari Mataram, perjalanan menuju Tetebatu memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa motor untuk fleksibilitas lebih.
  • Reservasi: Untuk kunjungan ramai atau grup, sebaiknya hubungi terlebih dahulu melalui nomor +62 878-5705-8863 agar pengalaman kunjungan lebih optimal.
  • Bawa Kamera: Setiap sudut kafe ini adalah spot foto yang indah — dari detail tanaman hingga panorama kebun yang luas.
  • Pakaian Nyaman: Gunakan pakaian yang nyaman dan alas kaki yang sesuai, karena kamu mungkin akan diajak berjalan-jalan di area kebun.

Mengapa Ima's Cafe Layak Masuk Daftar Wajib Kunjung

Di era ketika kafe-kafe berlomba menawarkan konsep Instagram-worthy dengan dekorasi artifisial, Ima's Cafe Tetebatu hadir dengan keberanian untuk tampil apa adanya. Keaslian inilah yang justru menjadi daya tarik terbesarnya. Tidak ada filter yang dibutuhkan ketika alam sendiri sudah menyediakan latar yang sempurna.

Lebih dari sekadar tempat minum kopi, Ima's Cafe adalah pengingat bahwa perjalanan terbaik adalah yang mengajarkan kita sesuatu — tentang alam, tentang makanan, tentang cara hidup yang lebih berkelanjutan. Bagi siapapun yang mengunjungi Lombok Timur, melewatkan tempat ini berarti melewatkan salah satu pengalaman paling autentik yang ditawarkan pulau ini.

Jadi, lain kali kamu merencanakan perjalanan ke Lombok, sisihkan waktu untuk mampir ke Tetebatu. Pesan segelas kopi, duduk di bawah naungan pohon, dan biarkan waktu berjalan dengan ritmenya sendiri. Ima's Cafe akan memastikan kamu pulang dengan hati yang lebih penuh dari sebelumnya.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KAB. LOMBOK TIMUR

Good Dais Selong Foto: Google Maps Kafe

Good Dais Selong

Good Dais Selong, Kafe Bersahaja yang Menjadi Ruang Pulang di Lombok Timur Selong mungkin tidak sehiruk-ramai Kota Mataram, tapi justru di sanalah denyut kehid...

KAB. LOMBOK TIMUR
3 min baca
Lesehan Mae Cenggo Foto: Google Maps Kafe

Lesehan Mae Cenggo

Lesehan Mae Cenggo: Sensasi Ngopi Santai ala Lesehan di Jantung Lombok Timur Ada kalanya perjalanan terbaik bukan soal destinasi megah atau tempat viral yang r...

KAB. LOMBOK TIMUR
4 min baca
Tea Break Pancor Foto: Google Maps Kafe

Tea Break Pancor

Tea Break Pancor: Surga Ngopi Tersembunyi di Jantung Lombok Timur Di tengah hiruk-pikuk kehidupan Pancor yang terus berkembang sebagai pusat kota Kabupaten Lom...

KAB. LOMBOK TIMUR
5 min baca
Zuppazuppa Foto: Google Maps Kafe

Zuppazuppa

Zuppazuppa: Eksplorasi Kuliner Hangat nan Memikat di Sudut Lombok Timur Lombok Timur kerap dikenal dengan bentang alamnya yang memukau, mulai dari jalur pendak...

KAB. LOMBOK TIMUR
2 min baca
Nonasuka LTM Foto: Google Maps Kafe

Nonasuka LTM

Nonasuka LTM: Ruang Singgah Estetik dan Hangat di Jantung Lombok Timur Kultur nongkrong dan menikmati secangkir kopi berkualitas kian berkembang pesat di Nusa...

KAB. LOMBOK TIMUR
2 min baca
Dapo Foto: Google Maps Kafe

Dapo

Dapo: Ruang Temu Estetik dan Hangat di Sudut Lombok Timur Lombok Timur kerap kali identik dengan lanskap megah Sembalun atau pesona pesisir timurnya yang masih...

KAB. LOMBOK TIMUR
2 min baca