Beberok Aik Pindang Mak Ecy: Kedai Kopi Legendaris di Jantung Lombok Timur
Di tengah hiruk-pikuk Kota Selong yang mulai tumbuh menjadi kota persinggahan ramai, ada satu nama yang tak pernah sepi disebut oleh para pecinta kopi dan pelancong: Beberok Aik Pindang Mak Ecy. Namanya mungkin terdengar asing bagi wisatawan luar daerah, tetapi bagi warga Lombok Timur, tempat ini adalah ikon rasa, ruang ngobrol, dan saksi bisu perputaran waktu sejak puluhan tahun silam.
Berlokasi tak jauh dari pusat kota, kedai ini menawarkan pengalaman ngopi yang sangat berbeda dari kafe modern ber-AC dengan latte art di atas meja marmer. Di sini, semuanya terasa lebih membumi—mulai dari kursi panjang sederhana, cahaya lampu temaram khas warung tua, hingga aroma pindang yang menguar dari dapur kecil Mak Ecy. Nama "Beberok Aik Pindang" sendiri berasal dari bahasa Sasak: beberok berarti "menyeruput" atau "minum", aik berarti "air", dan pindang merujuk pada rempah-rempah khas yang jadi bumbu utama racikan kopi andalannya.
Bukan Kopi Biasa, Melainkan Kopi Pindang yang Kaya Rempah
Yang membuat Beberok Aik Pindang Mak Ecy begitu istimewa adalah resep kopinya yang diwariskan turun-temurun. Kopi pindang adalah minuman khas Suku Sasak yang mengombinasikan bubuk kopi robusta lokal dengan racikan rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh, dan serai. Dimasak di atas tungku kayu dengan proses perlahan, hasilnya adalah secangkir kopi pekat beraroma kuat yang menghangatkan tubuh dari dalam.
Bedanya dengan wedang kopi rempah lain, racikan Mak Ecy memiliki keseimbangan rasa yang sulit ditiru. Pahitnya kopi tidak terlalu menyerang, manisnya alami berasal dari gula aren asli, dan sensasi pedas hangat dari jahe muncul di akhir tegukan. Bagi yang baru pertama kali mencoba, rasanya mungkin agak menantang. Tapi justru di situlah daya tariknya: kamu diajak menikmati kopi sebagai pengalaman penuh lapisan, bukan sekadar kafein.
Suasana Warung yang Penuh Cerita
Memasuki kedai ini serasa melakukan perjalanan waktu ke era 1990-an. Dinding kayu yang sudah lapuk termakan usia, meja sederhana dengan taplak plastik, serta pajangan foto-foto lama dan bingkai ijazah berserakan di dinding—semuanya bercerita tentang rumah yang diubah menjadi tempat berkumpul. Tidak ada musik dangdut keras atau playlist Spotify. Yang terdengar justru obrolan hangat antar pengunjung, suara cangkir bergesekan dengan piring, dan gemericik air saat Mak Ecy menuang kopi ke dalam gelas kaca tebal.
Pengunjungnya pun beragam. Pagi hari didominasi bapak-bapak pensiunan dan petani yang memulai hari dengan sepiring nasi bungkus dan secangkir kopi pindang. Siang hari berganti dengan pegawai kantoran dan pedagang pasar yang singgah melepas penat. Sementara sore menjelang malam, giliran anak-anak muda berbondong-bondong datang, menjadikan tempat ini tempat nongkrong favorit yang terasa hangat dan inklusif.
Menu Andalan Selain Kopi Pindang
Meski terkenal karena kopinya, jangan berhenti hanya di situ. Ada beberapa menu lain di Beberok Aik Pindang Mak Ecy yang sayang untuk dilewatkan:
- Kopi Pindang Original – Racikan klasik dengan tujuh rempah pilihan, disajikan panas dalam gelas beling. Bisa minta level pedas sesuai selera.
- Kopi Pindang Susu – Varian lebih lembut dengan campuran susu murni lokal, cocok untuk yang baru mencoba kopi rempah.
- Teh Pindang – Bagi yang ingin bebas kafein, teh hangat dengan rempah yang sama, ditemani gula batu.
- Pop Ice dan Kopi Milo – Menu jadul yang jadi favorit anak kecil dan rombongan keluarga.
- Gorengan dan Pisang Goreng – Teman paling pas untuk kopi pindang. Tersedia mulai pukul tiga sore hingga malam.
Lokasi dan Cara Menuju ke Sana
Beberok Aik Pindang Mak Ecy berada di Jalan Ismail Marzuki, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Lokasinya sangat strategis, hanya sekitar 5 menit dari Alun-Alun Selong dan 10 menit dari Masjid Agung Selong. Jika datang dari Bandara Internasional Lombok di Praya, perjalanan memakan waktu sekitar satu setengah jam dengan kendaraan pribadi atau taksi. Bisa juga naik bus umum dari terminal Mandalika menuju terminal Selong, lalu lanjut dengan becak motor atau ojek online sekitar lima menit.
Karena tempat ini tidak memiliki papan nama besar mencolok, ciri khas yang mudah dikenali adalah deretan kursi bambu di depan rumah dan gantungan papan kayu kecil bertuliskan "Beberok Aik Pindang Mak Ecy". Jika ragu, cukup tanyakan pada warga sekitar; semua orang di Selong pasti tahu lokasinya.
Harga yang Bersahabat dan Jam Operasional
Salah satu keunggulan kedai ini adalah harganya yang tetap bersahabat meski popularitasnya terus meningkat. Secangkir Kopi Pindang Original hanya dibanderol mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu, sementara varian susu dan teh rempah dibanderol sekitar Rp8 ribuan. Untuk sepiring gorengan, kamu cukup menyiapkan uang Rp5 ribu.Tempat ini mulai buka pukul 06.00 pagi hingga 22.00 malam setiap hari. Waktu terbaik untuk menikmati suasana paling otentik adalah antara pukul 15.00 sampai 18.00, saat sore hari mulai teduh dan suasana kota perlahan mengendur.
Tips Berkunjung yang Perlu Kamu Tahu
- Mampirlah di pagi hari jika ingin mencoba sarapan lokal khas Lombok Timur seperti nasi balap atau sate bulayak yang tersedia di sekitar warung.
- Jangan ragu meminta level rempah yang lebih ringan atau lebih pedas sesuai selera. Mak Ecy dan keluarganya sangat ramah dan terbuka dengan permintaan pengunjung.
- Duduklah di bagian belakang warung untuk merasakan suasana lebih privat dan tenang, sambil menyaksikan dapur tempat kopi direbus dengan kayu bakar.
- Siapkan uang tunai karena tempat ini belum menyediakan mesin EDC atau QRIS.
Beberok Aik Pindang Mak Ecy adalah bukti bahwa sebuah tempat tidak perlu bersinar mewah untuk menjadi berkesan. Ia adalah ruang merayakan kesederhanaan, tempat di mana kopi bukan sekadar gaya hidup melainkan pengikat kehangatan masyarakat Lombok Timur. Jika suatu hari perjalananmu membawa ke Selong, sempatkan mampir. Duduklah di kursi bambu itu, seruput perlahan kopi pindangnya, dan biarkan cerita-cerita kota kecil ini mengalir mengiringi rempah di lidahmu.