Kafe KOTA BIMA, NUSA TENGGARA BARAT

Kedai Syifa

Kedai Syifa: Ruang Hangat di Jantung Kota Bima untuk Ngopi dan Berbagi Cerita Di tengah hiruk-pikuk Kota Bima yang mulai bertransformasi menjadi destinasi wisa...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 03 November 2026 · 4 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Kedai Syifa: Ruang Hangat di Jantung Kota Bima untuk Ngopi dan Berbagi Cerita

Di tengah hiruk-pikuk Kota Bima yang mulai bertransformasi menjadi destinasi wisata yang diperhitungkan di Nusa Tenggara Barat, muncul sebuah nama yang terasa akrab di telinga: Kedai Syifa. Bukan sekadar tempat untuk melepas dahaga atau meneguk kopi, kedai ini telah menjadi semacam ruang publik baru—tempat bertemunya anak muda kreatif, pekerja kantoran yang mencari jeda, hingga wisatawan yang ingin merasakan denyut kehidupan lokal.

Nama "Syifa" yang dalam bahasa Arab berarti obat atau penyembuh, terasa pas menggambarkan fungsi kedai ini. Seperti obat, suasana di dalamnya mampu menyembuhkan penat setelah perjalanan panjang atau rutinitas yang melelahkan. Namun, jangan bayangkan kedai ini sebagai ruang steril ala kedai kopi modern di pusat kota besar. Ada kehangatan khas Bima yang terasa sejak kaki melangkah masuk.

Suasana dan Desain: Perpaduan Modern dan Sentuhan Lokal

Begitu memasuki area kedai, kita disambut aroma robusta khas Nusantara yang menyengat tapi nyaman. Interiornya didominasi nuansa kayu dan pencahayaan hangat, menciptakan kesan rustic yang bersahabat. Beberapa sudut dihiasi dengan kain tenun khas Bima dan ornamen etnik yang mengingatkan kita pada kekayaan budaya setempat. Ini bukan sekadar dekorasi—ini adalah pernyataan identitas bahwa Kedai Syifa bangga menjadi bagian dari ekosistem lokal.

Area duduknya bervariasi, mulai dari kursi bar di dekat jendela untuk yang datang sendirian, meja kayu panjang untuk kelompok, hingga lesehan di bagian belakang yang cocok untuk bersantai sambil membaca buku atau sekadar menatap layar laptop. Colokan listrik tersedia di hampir setiap sudut, menjadikannya tempat favorit para digital nomad dan mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir.

Menu Andalan: Kopi dengan Cerita

Kedai Syifa tidak hanya mengandalkan suasana. Menu andalannya adalah Kopi Syifa, racikan khas yang menggunakan biji kopi lokal dari lereng Gunung Tambora—wilayah yang memang dikenal menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Rasanya pekat dengan body yang sedang, asam yang rendah, dan hint cokelat yang manis. Bagi yang tidak terlalu suka kopi hitam, varian Es Kopi Susu Gula Aren menjadi favorit. Manisnya pas, tidak berlebihan, dan aroma arennya terasa kuat.

Untuk menemani secangkir kopi, tersedia juga camilan ringan seperti pisang goreng keju, roti bakar susu, dan kue tradisional seperti onde-onde serta baruasa. Porsinya pas untuk ngemil sore hari. Bagi pengunjung yang datang saat jam makan siang, menu nasi ayam geprek dan nasi goreng kampung bisa menjadi pilihan mengenyangkan dengan harga yang bersahabat.

Harga dan Daya Tarik Ekonomis

Salah satu daya tarik utama Kedai Syifa adalah harganya yang sangat terjangkau. Secangkir kopi robusta bisa dinikmati mulai dari Rp 10.000, sementara kopi susu kekinian dibanderol sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Dengan kualitas yang setara kedai kopi di kota besar, harga segini jelas membuat kantong tidak bolong. Ini yang membuat kedai ini selalu ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan.

Lokasi dan Aksesibilitas

Kedai Syifa terletak di Jalan Sultan Muhammad Kaharuddin, salah satu jalan utama di Kota Bima. Lokasinya strategis, dekat dengan pusat kota dan mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun ojek online. Jika Anda datang dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, waktu tempuhnya sekitar 15–20 menit dengan kendaraan bermotor. Tersedia area parkir yang cukup luas di depan kedai, memudahkan pengunjung yang membawa motor maupun mobil.

Dari pusat kota Bima, kedai ini hanya berjarak sekitar 2–3 kilometer. Jika Anda sedang berwisata ke Pantai Ujo atau Desa Maria, tempat ini bisa menjadi persinggahan yang sempurna sebelum kembali ke penginapan.

Fasilitas yang Ditawarkan

  • Wi-Fi gratis dengan koneksi stabil—cocok untuk bekerja atau sekadar berselancar.
  • Area parkir luas dan aman.
  • Musala yang bersih di dalam area kedai, memudahkan pengunjung untuk beribadah.
  • Colokan listrik di hampir setiap meja.
  • Area indoor dan outdoor—outdoor menawarkan pemandangan aktivitas kota.
  • Papan permainan seperti ludo dan kartu remi untuk hiburan bersama teman.
  • Pet shop corner kecil untuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan.

Tips Berkunjung ke Kedai Syifa

  • Datanglah sebelum pukul 17.00 jika ingin mendapatkan kursi di dekat jendela—suasana sore hari sangat indah dan tidak terlalu ramai.
  • Coba varian Kopi Syifa original sebelum beralih ke menu lain; itu cara terbaik mengenal karakter kedai ini.
  • Jika Anda membawa laptop, datanglah di hari kerja (weekday) karena suasana lebih tenang dan koneksi internet lebih cepat.
  • Gunakan pakaian santai—tidak ada dress code di sini, yang penting nyaman.
  • Jangan lupa mencoba pisang goreng kejunya; teksturnya renyah dan kejunya lumer.

Kedai Syifa adalah contoh nyata bagaimana sebuah usaha kecil dapat menjadi pusat kegiatan komunitas. Di era di mana segalanya serba cepat dan digital, kedai ini menawarkan ruang untuk memperlambat langkah, bertemu muka, dan bercakap-cakap. Ini adalah tempat di mana kopi tidak sekadar menjadi minuman, tetapi jembatan untuk membangun koneksi.

Bagi Anda yang berencana menjelajahi Bima dan sekitarnya, sempatkanlah singgah di Kedai Syifa. Nikmati secangkir kopi, hirup suasana kotanya, dan biarkan cerita-cerita kecil mengalir di antara tegukan. Selamat menikmati.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KOTA BIMA

Uma Kahawa Ina Moa Foto: Google Maps Kafe

Uma Kahawa Ina Moa

I appreciate the context, but I need to clarify my role here. The instructions you've provided contain conflicting directives: 1. The first set asks me to wri...

KOTA BIMA
1 min baca
Bilqis Caffe Foto: Google Maps Kafe

Bilqis Caffe

Bilqis Caffe: Oasis Urban di Jantung Kota Bima Di tengah hiruk-pikuk Kota Bima yang terus berkembang, Bilqis Caffe hadir sebagai ruang persinggahan yang menawa...

KOTA BIMA
4 min baca
Alfa Cofie Foto: Google Maps Kafe

Alfa Cofie

Alfa Cofie: Perpaduan Hangat Kopi dan Denyut Kota Bima Di tengah hiruk-pikuk Kota Bima yang mulai bertransformasi, muncul sebuah ruang kecil yang menawarkan je...

KOTA BIMA
3 min baca
Alir Coffee Foto: Google Maps Kafe

Alir Coffee

Alir Coffee: Oasis Kopi di Jantung Kota Bima Di tengah hiruk pikuk Kota Bima yang terus berkembang, Alir Coffee hadir sebagai ruang pelarian yang sempurna bagi...

KOTA BIMA
3 min baca