Fasilitas KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR

Taman Apsari

Area hijau kota dengan lapangan futsal, kedai jajanan kaki lima, dan tugu peringatan mantan gubernur.

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 15 September 2026 · 5 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Taman Apsari: Paru-paru Kota Surabaya yang Tak Pernah Tidur

Di tengah hiruk-pikuk Surabaya yang dikenal sebagai kota pahlawan dan kota dagang yang sibuk, ada satu ruang hijau yang menjadi tempat pulang bagi siapa saja yang ingin melepas penat. Namanya Taman Apsari. Bagi warga Surabaya, taman ini bukan sekadar hamparan rumput dan deretan pohon rindang—ia adalah saksi bisu perjalanan kota, tempat nongkrong lintas generasi, dan titik temu antara sejarah, seni, dan kehidupan sehari-hari yang berdenyut pelan.

Terletak di pusat pemerintahan Kota Surabaya, tepat di depan Balai Kota dan berseberangan dengan Gedung Negara Grahadi, Taman Apsari menempati posisi strategis yang sulit dilewatkan. Kehadirannya seperti oase di tengah gurun beton. Begitu melangkahkan kaki memasuki taman ini, suara klakson kendaraan perlahan memudar, digantikan gemerisik daun dan kicauan burung yang bertengger di dahan-dahan tua.

Pesona Taman Apsari yang Penuh Kenangan

Taman Apsari bukan nama yang baru lahir kemarin. Ia sudah berdiri sejak masa kolonial Belanda, mengawal berbagai peristiwa besar dari era perjuangan hingga reformasi. Dulu, area ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya para pejuang dan rakyat jelata untuk menyuarakan aspirasi. Hingga kini, semangat itu masih terasa—beberapa titik di taman ini kerap menjadi lokasi kegiatan komunitas, pameran seni rupa, hingga pentas musik dadakan di sore hari.

Salah satu daya tarik yang paling ikonik dari Taman Apsari adalah keberadaan sejumlah patung pahlawan dan monumen kecil yang tersebar di beberapa sudut. Patung-patung ini bukan sekadar hiasan; ia menjadi pengingat bahwa setiap jengkal tanah Surabaya pernah menjadi medan juang. Di sekitarnya, bangku-bangku taman dengan cat warna cerah tampak memanggil siapa pun untuk duduk sejenak, membuka bekal, atau sekadar menikmati angin sore yang bertiup pelan.

Ketika sore tiba, Taman Apsari berubah wajah. Keluarga-keluarga muda mulai berdatangan dengan tikar dan makanan ringan. Anak-anak berlarian di area rumput yang empuk sementara orang tua duduk santai di bawah pohon asam jawa yang sudah berusia puluhan tahun. Di akhir pekan, tak jarang terlihat rombongan teman yang sengaja datang untuk piknik kecil sambil menikmati senja yang memerah di balik gedung-gedung pemerintahan. Suasananya hangat, inklusif, dan tanpa sekat—semua orang, dari semua latar belakang, merasa punya tempat di sini.

Lokasi Mudah Dijangkau, Cocok untuk Singgah Sejenak

Bagi Anda yang sedang transit di Surabaya, baik yang baru tiba dengan kereta api maupun yang sekadar menunggu waktu check-in hotel, Taman Apsari adalah pilihan sempurna untuk membunuh waktu. Lokasinya yang berada di Jalan Gubernur Suryo ini hanya berjarak kurang lebih 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Pasar Turi dan sekitar 15 menit berkendara dari Stasiun Gubeng. Anda bahkan bisa berjalan santai dari Balai Kota atau Tugu Pahlawan—semuanya saling terhubung dengan trotoar yang cukup lebar dan nyaman untuk pejalan kaki.

Keunggulan lain, Taman Apsari berada tepat di sebelah Monumen Kapal Selam dan Plaza Surabaya, menjadikannya bagian dari segitiga wisata yang bisa dijangkau dalam satu kali jalan kaki. Jika Anda datang dari luar kota dan menumpang bus Trans Jatim atau bus kota, pemberhentian di kawasan Gubeng atau Tugu Pahlawan hanya berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari taman. Jadi, jangan heran kalau banyak wisatawan asing maupun domestik yang menjadikan taman ini sebagai titik awal untuk menjelajah kota.

Fasilitas yang Menunjang Kenyamanan Anda

Taman Apsari memang bukan taman modern dengan fasilitas mewah, tetapi justru kesederhanaannya yang membuatnya nyaman. Sepanjang area taman, terdapat beberapa gazebo dan bangku kayu yang terawat, diterangi lampu taman yang hangat saat malam hari. Meski tidak ada area parkir besar khusus untuk pengunjung, banyak pengendara motor yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan sekitar taman dengan aman. Adapun untuk pengguna mobil, tersedia lahan parkir di gedung parkir Plaza Surabaya yang hanya menyeberang dari taman.

Hal yang patut diacungi jempol adalah kebersihannya. Petugas kebersihan tampak rutin menyapu daun-daun yang berguguran dan membersihkan tempat sampah yang disediakan di setiap sudut. Meski tidak ada toilet umum permanen di dalam taman, pengunjung dapat memanfaatkan toilet milik Monumen Kapal Selam yang berjarak kurang dari 100 meter, atau toilet umum di sekitar Balai Kota Surabaya. Untuk kebutuhan makan dan minum, gerobak-gobak pedagang makanan ringan dan minuman keliling mulai bermunculan menjelang sore hari, menjajakan es kelapa muda, gorengan, hingga aneka cilok yang lezat—lengkap dengan sejuta selera khas kaki lima Surabaya.

Bagi Anda yang membawa laptop dan ingin bekerja sejenak, sinyal internet di area taman ini terbilang cukup kencang. Namun perlu diingat, colokan listrik umum tidak tersedia di area terbuka taman. Jadi, pastikan daya perangkat Anda sudah penuh sebelum mengenapkan diri di sini. Alternatifnya, Anda bisa menyeberang ke Plaza Surabaya atau kedai kopi di sekitar Balai Kota yang menyediakan stop kontak dan Wi-Fi gratis.

Tips Praktis Bertransit dan Menikmati Sore di Taman Apsari

  • Datanglah sore hari antara pukul 15.00 hingga 17.30. Matahari sudah tidak terlalu terik, dan suasana taman yang semula sepi berubah menjadi semarak dengan aktivitas warga.
  • Manfaatkan waktu transit dengan menjelajah: dari Taman Apsari, Anda bisa melanjutkan jalan kaki ke Tugu Pahlawan (sekitar 10 menit) dan Monumen Kapal Selam (berada tepat di sisi timur taman). Semua bisa dijangkau tanpa biaya.
  • Siapkan uang receh atau uang kecil untuk membeli camilan dari pedagang kaki lima yang berkeliling sore hari. Harganya sangat ramah di kantong, mulai dari Rp 5.000.
  • Jangan lupa membawa tikar atau koran bekas untuk diduduki, karena bangku taman bisa penuh saat akhir pekan. Rumputnya cukup sehat dan bersih untuk dijadikan tempat duduk.
  • Bagi pengguna kendaraan umum, sebaiknya turun di halte Tugu Pahlawan atau pemberhentian Trans Jatim di Jalan Tunjungan. Dari titik ini, lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 5 menit menyusuri trotoar yang teduh.
  • Jika tiba malam hari, taman tetap ramai hingga pukul 22.00, namun pastikan Anda tidak sendirian dan tetap waspada menyimpan barang bawaan, karena area publik selalu butuh kewaspadaan ekstra.

Lebih Dari Sekadar Taman Kota

Taman Apsari adalah potret kecil dari Surabaya yang ramah dan bersahaja. Ia mungkin tidak setenar taman-taman megah di kota besar lain, tetapi denyut kehidupannya terasa jujur dan autentik. Bagi para pelancong yang tengah menjelajah Surabaya, tempat ini adalah pengingat bahwa untuk menikmati sebuah kota, tidak selalu harus dimulai dari tempat mewah. Cukup duduk di bawah rindangnya pohon tua, membiarkan waktu berjalan pelan, lalu membiarkan cerita kota menemani Anda—sederhana, tapi sulit dilupakan.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KOTA SURABAYA

Danau Citraland Foto: Google Maps Fasilitas

Danau Citraland

Danau Citraland: Oase Tenang di Jantung Surabaya Barat untuk Rehat dan Transit Sejenak Di tengah dinamika Kota Pahlawan yang serba cepat dan bersuhu hangat, Da...

KOTA SURABAYA
3 min baca