Fasilitas KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR

Surabaya Museum (Gedung Siola)

Gedung pemerintahan & museum dengan artefak yang mempertontonkan sejarah domestik & sipil.

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 15 September 2026 · 5 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Surabaya Museum (Gedung Siola): Jendela Sejarah di Jantung Kota Pahlawan

Di tengah hiruk pikuk Kota Surabaya yang modern, berdiri megah sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan ribuan cerita masa lalu. Gedung Siola, yang kini menjadi Surabaya Museum, adalah saksi bisu perjalanan panjang Kota Pahlawan dari era kolonial hingga masa kemerdekaan. Bangunan ikonik yang terletak di Jalan Tunjungan ini bukan sekadar museum biasa—ia adalah simbol kebangkitan Surabaya yang terus mempertahankan identitas historisnya di tengah arus modernisasi.

Jejak Sejarah Gedung Legendaris

Gedung Siola pertama kali dibangun pada tahun 1877 sebagai toko serba ada milik pedagang Tionghoa bernama Oei Tiong Ham. Nama "Siola" sendiri merupakan singkatan dari "Siola" atau "Siaw Ing Hwa", yang dalam bahasa Hokkien berarti "tempat berkumpul". Bangunan bergaya Art Deco ini menjadi salah satu pusat perdagangan paling ramai di Surabaya pada masanya, menjual berbagai barang impor dari Eropa hingga Asia.

Setelah mengalami pasang surut dan sempat terbengkalai, Pemerintah Kota Surabaya melakukan revitalisasi besar-besaran dan meresmikan Gedung Siola sebagai Surabaya Museum pada tahun 2018. Renovasi ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mempertahankan karakter arsitektur aslinya, sambil menambahkan fasilitas modern yang membuat pengunjung lebih nyaman mengeksplorasi koleksi museum.

Koleksi yang Menghidupkan Masa Lalu

Surabaya Museum menyajikan narasi lengkap tentang perjalanan Kota Surabaya melalui berbagai koleksi yang ditata secara tematik dan kronologis. Di lantai dasar, pengunjung akan disambut dengan diorama dan artefak yang menggambarkan kehidupan Surabaya sejak era kerajaan Majapahit, masa kolonial Belanda, hingga perjuangan kemerdekaan yang heroik.

Koleksi unggulan museum ini mencakup foto-foto langka Surabaya tempo dulu, peta kota dari berbagai periode, replika senjata yang digunakan dalam Pertempuran 10 November 1945, serta berbagai benda peninggalan sejarah seperti uang kuno, dokumen penting, dan barang-barang sehari-hari masyarakat Surabaya di masa lalu. Salah satu bagian yang paling menarik adalah miniatur Kota Surabaya yang menampilkan perbandingan tata kota dari era kolonial hingga modern.

Arsitektur yang Memukau

Bangunan Gedung Siola sendiri adalah karya seni yang patut diapresiasi. Dengan fasad yang memadukan gaya Art Deco dan arsitektur kolonial Belanda, gedung ini memiliki detail ornamen yang sangat indah. Jendela-jendela besar dengan kaca patri, langit-langit tinggi dengan ventilasi alami, dan tangga putar yang elegan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta arsitektur.

Proses revitalisasi berhasil mempertahankan elemen-elemen orisinal seperti lantai terrazzo, rangka besi yang kokoh, dan sistem ventilasi alami yang membuat ruangan tetap sejuk meski tanpa AC. Di beberapa sudut gedung, pengunjung masih bisa melihat struktur asli yang sengaja diekspos sebagai bagian dari narasi sejarah bangunan.

Pengalaman Interaktif untuk Semua Usia

Yang membuat Surabaya Museum berbeda dari museum konvensional lainnya adalah pendekatan interaktif yang ditawarkan. Museum ini dilengkapi dengan teknologi multimedia seperti layar sentuh, proyektor, dan audio guide yang membantu pengunjung memahami sejarah dengan cara yang lebih engaging. Anak-anak akan sangat menyukai zona edukatif yang dirancang khusus dengan permainan interaktif tentang sejarah Surabaya.

Pengunjung juga bisa mengikuti guided tour yang dipandu oleh staf museum yang berpengetahuan luas. Mereka akan menjelaskan detail menarik yang mungkin terlewatkan jika berkeliling sendiri, seperti kisah-kisah di balik foto-foto lama atau makna simbolik dari berbagai artefak yang dipajang.

Lebih dari Sekadar Museum

Surabaya Museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer koleksi sejarah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan budaya dan edukasi. Secara rutin, museum mengadakan pameran temporer, workshop, diskusi sejarah, pemutaran film dokumenter, hingga pertunjukan seni yang relevan dengan tema kesurabayaan.

Area kafe di lantai atas menawarkan pemandangan Jalan Tunjungan yang ikonik sambil menikmati kopi atau camilan ringan. Di sini, pengunjung bisa beristirahat sejenak sambil meresapi pengalaman bersejarah yang baru saja mereka lalui. Museum shop di area lobby juga menyediakan berbagai merchandise, buku sejarah, dan suvenir khas Surabaya yang bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Lokasi Strategis di Pusat Kota

Salah satu keunggulan Surabaya Museum adalah lokasinya yang sangat strategis di Jalan Tunjungan, tepat di pusat kota. Kawasan ini merupakan jantung perdagangan dan hiburan Surabaya, sehingga sangat mudah diakses baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Dari Stasiun Gubeng, museum dapat dicapai dalam waktu sekitar 15 menit berkendara, sementara dari Bandara Juanda memerlukan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam tergantung kondisi lalu lintas.

Bagi pengguna transportasi umum, museum ini dapat dijangkau dengan bus kota atau angkutan online. Area parkir tersedia cukup memadai, meski bisa cukup penuh di akhir pekan. Alternatifnya, pengunjung bisa parkir di mal-mal terdekat seperti Tunjungan Plaza yang hanya berjarak beberapa ratus meter.

Tips Berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Surabaya Museum adalah pada pagi hari saat museum baru dibuka, ketika pengunjung masih sedikit sehingga Anda bisa mengeksplorasi setiap sudut dengan lebih leluasa. Hindari hari Senin karena museum tutup untuk maintenance rutin. Akhir pekan dan hari libur nasional cenderung lebih ramai, terutama dengan rombongan pelajar.

Luangkan minimal 2-3 jam untuk benar-benar menikmati seluruh koleksi dan membaca informasi yang disajikan. Jangan lupa membawa kamera karena bangunan ini sangat fotogenik, baik dari luar maupun dalam. Namun, perhatikan area mana saja yang boleh difoto karena beberapa koleksi tertentu memiliki pembatasan fotografi.

Untuk pengalaman yang lebih mendalam, pertimbangkan untuk mengikuti guided tour atau menggunakan audio guide yang tersedia. Jika membawa anak-anak, pastikan mereka mengunjungi zona edukatif interaktif yang akan membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih menyenangkan.

Kontribusi untuk Pelestarian Sejarah

Dengan mengunjungi Surabaya Museum, Anda tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan pengalaman berharga, tetapi juga turut berkontribusi dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya Kota Surabaya. Tiket masuk yang terjangkau digunakan untuk pemeliharaan gedung, perawatan koleksi, dan pengembangan program-program edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Museum ini membuktikan bahwa Surabaya tidak hanya maju dalam pembangunan infrastruktur modern, tetapi juga peduli terhadap akar sejarahnya. Gedung Siola yang telah berusia lebih dari seabad ini kini mendapat kehidupan baru sebagai ruang pembelajaran dan refleksi bagi generasi masa kini dan mendatang.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KOTA SURABAYA

Danau Citraland Foto: Google Maps Fasilitas

Danau Citraland

Danau Citraland: Oase Tenang di Jantung Surabaya Barat untuk Rehat dan Transit Sejenak Di tengah dinamika Kota Pahlawan yang serba cepat dan bersuhu hangat, Da...

KOTA SURABAYA
3 min baca