Fasilitas KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR

Gedung Cak Durasim

Gedung Cak Durasim: Saksi Bisu Kejayaan Seni yang Tetap Berdetak di Surabaya Di tengah hiruk-pikuk Kota Pahlawan, ada satu alamat yang terasa seperti mesin wak...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 16 September 2026 · 2 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Gedung Cak Durasim: Saksi Bisu Kejayaan Seni yang Tetap Berdetak di Surabaya

Di tengah hiruk-pikuk Kota Pahlawan, ada satu alamat yang terasa seperti mesin waktu. Bukan museum yang sunyi, melainkan sebuah panggung yang masih hidup hingga hari ini. Gedung Cak Durasim—atau yang dulu lebih dikenal sebagai Schouwburg—berdiri tegak di Jalan Genteng Kali No. 85, menyimpan seribu kisah tentang perjalanan kesenian Jawa Timur. Bagi kamu yang mengaku pecinta budaya, mampir ke sini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan napak tilas ke jantung kreativitas Surabaya.

Lebih dari Sekadar Bangunan Tua

Arsitekturnya bergaya kolonial dengan ornamen khas Eropa yang melebur bersama sentuhan Jawa. Begitu melangkahkan kaki ke dalam, deretan kursi kayu yang sudah dimakan usia dan panggung megah dengan tirai beludru langsung menyambut. Atmosfernya khas—sedikit misterius, sangat bersejarah, dan penuh wibawa. Pernah didapuk sebagai gedung pertunjukan kebanggaan Hindia Belanda, kini Gedung Cak Durasim menjelma menjadi pusat kegiatan seni tradisional, mulai dari ludruk, ketoprak, tari Remo, hingga pagelaran musik kontemporer.

Namanya sendiri diambil dari tokoh legendaris ludruk Surabaya, Cak Durasim, sebagai penghormatan atas jasanya dalam mengangkat budaya rakyat. Setiap sudut gedung ini punya nyawanya sendiri—dindingnya seakan ikut bertepuk tangan saat lakon demi lakon dimainkan.

Yang Bisa Kamu Temukan di Sini

  • Pertunjukan berkala: Dari ludruk klasik sampai pertunjukan tari modern, jadwalnya rutin berganti. Mampir ke website resminya untuk cek agenda.
  • Panggung teater yang megah: Tata suara dan lampu yang sudah diperbarui tanpa menghilangkan kesan klasik bangunan.
  • Area parkir luas: Cukup lega untuk motor maupun mobil pribadi, sehingga kamu tak perlu khawatir repot.
  • Akses mudah di pusat kota: Berada di kawasan Genteng, berdekatan dengan Taman Hiburan Rakyat (THR) dan sejumlah pusat perbelanjaan.
  • Spot foto estetik: Fasad bangunan dengan detail pilar khas zaman dulu adalah magnet tersendiri bagi para penggemar arsitektur.

Tips Berkunjung Seperti Pro

Kalau kamu datang saat malam pertunjukan, usahakan tiba setengah jam lebih awal. Duduk di bagian tengah deretan kursi memberikan sudut pandang terbaik untuk menikmati panggung. Setelah acara selesai, jangan buru-buru pulang—kawasan sekitar gedung punya banyak warung makan legendaris yang buka hingga larut, cocok untuk melepas lapar sambil diskusi hangat soal pertunjukan tadi malam.

Bagi yang datang dengan transportasi umum, gedung ini tidak sulit dijangkau. Banyak angkutan kota yang melewati Jalan Genteng. Jika dari Stasiun Pasar Turi, naik becak atau taksi online hanya butuh waktu sekitar 15 menit. Gedung ini juga cukup dekat dengan Halte Bone (Suroboyo Bus), lho, jadi opsi transportasi umum tetap ramah di kantong.

Gedung Cak Durasim bukan hanya destinasi—ia adalah denyut budaya Surabaya yang masih setia berdetak. Di sinilah kita diingatkan bahwa seni adalah jiwa yang tidak pernah mati, meski zaman terus berganti.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KOTA SURABAYA

Danau Citraland Foto: Google Maps Fasilitas

Danau Citraland

Danau Citraland: Oase Tenang di Jantung Surabaya Barat untuk Rehat dan Transit Sejenak Di tengah dinamika Kota Pahlawan yang serba cepat dan bersuhu hangat, Da...

KOTA SURABAYA
3 min baca